1. Apa Itu Laser?
Laser adalah singkatan dari Light Amplification Stimulated Emission of Radiation, atau cahaya yang mengalami amplifikasi dan stimulasi, dimana yang ditingkatkan dan dirangsang adalah energi yang dikandung dalam cahaya sehingga akan meningkat dan menjadi radiasi emisi yang mampu mempengaruhi sel target sasaran.
Efek pengaruh yang terjadi pada target sel sasaran bisa berupa merangsang ataupun menghancurkan. Radiasi emisi dari cahaya tersebut masih tetap mempunyai sifat sebagai cahaya, yaitu tidak dipengaruhi jarak, besar energinya tetap, dan mampu menembus bahan-bahan tertentu tanpa merusaknya, selain sel yang menjadi target yang ingin dihancurkan.
2. Sifat-Sifat Laser
Koheren
Ada dua jenis dari sifat koheren, yaitu koheren dalam waktu (temporal) dan ruang (spatial). Karena sifat keteraturan ini, maka sinar yang dihasilkan dari laser dalam waktu yang sama akan mampu menghancurkan target yang kecil.
Monokromatis
Energi yang dihasilkan dari laser terdiri dari cahaya yang monokromatis, yang berarti cahaya yang keluar dari alat laser mempunyai panjang gelombang yang sama. Hal ini berarti mempunyai daya tembus dengan kedalaman yang sama, sehingga efek yang ditimbulkan dapat lebih dapat diramalkan, dibandingkan dengan cahaya yang mempunyai sifat polikromatis (berbagai macam panjang gelombang).
Kolimasi
Sinar laser bersifat kolimasi, yaitu sinar yang dipunyai dalam arah yang sejajar sehingga efek yang ditimbulkan tidak terpengaruh oleh jarak.
3. Kromofor: Target dalam Jaringan Kulit
Karena sifat laser yang monokromatis, setiap laser mempunyai panjang gelombang yang bekerja spesifik terhadap target organnya. Perbedaan panjang gelombang menyebabkan perbedaan dari sel tubuh dalam hal kemampuan menyerap energi yang ada pada alat laser.
Bagian dari sel tubuh yang mempunyai sifat khas dalam penyerapan energi yang berasal dari cahaya disebut sebagai kromofor. Sampai saat ini kromofor yang diketahui adalah oksihemoglobin, melanin, dan air.
Sebagai penerapan dari pengetahuan ini, semua kelainan di kulit yang mengandung ketiga sel yang bersifat sebagai kromofor akan lebih mudah diperbaiki dengan menggunakan laser.
4. Jenis Laser untuk Kelainan Kulit
- Laser untuk peremajaan kulit — merangsang produksi kolagen
- Laser untuk menghilangkan tumor kulit — menghancurkan sel tumor
- Laser untuk kelainan vaskuler — mengenai oksihemoglobin dalam pembuluh darah
- Laser untuk kelainan pigmen — menghancurkan melanin berlebih
Artikel ditulis oleh:
dr. Wawan, SpKK
Klinik Utama Surabaya Skin Centre
Jln. Prof. Dr. Moestopo No. 175 Surabaya
Telp: 031 – 599 9595 | 0822 6122 9595





