1. Apa Itu Botox?
Botox adalah nama dagang untuk toksin botulinum injeksi. Tindakan ini saat ini sangat populer dan menjadi tindakan paling banyak diminati serta dikerjakan di bidang kosmetik medik. Hasilnya yang sangat mengagumkan dan memberikan respon yang cukup cepat membuat prosedur ini banyak diminati.
2. Sejarah Botox
Sejarah tindakan injeksi botox awalnya adalah untuk pengobatan kelainan otot seperti kelainan otot mata dan di bidang neurologis. Biasanya digunakan untuk mengatasi migrain atau tension headache, dan banyak digunakan pada penderita cerebral palsy. Di bidang kosmetik, botox mulai diperkenalkan pada tahun 2002. Awal persetujuan dari FDA adalah untuk strabismus dan blepharospasme. Pemakaian di bidang kulit baru pada tahun 2012 mendapatkan persetujuan FDA.
3. Pro dan Kontra Botox
Injeksi botulinum toksin untuk anti aging meskipun sudah lama dilakukan tapi masih sering menjadi pro dan kontra di kalangan masyarakat. Mereka yang kontra beranggapan bahan yang digunakan untuk botox pada dasarnya adalah racun yang mematikan. Hal itu tidak berlebihan, karena botox berasal dari toksin botulinum tipe A, yaitu toksin yang menyebabkan berkembangnya botulisme.
Yang membedakan adalah dosisnya. Dosis untuk kosmetik jauh lebih kecil dan hanya memengaruhi daerah yang diinjeksi. Tindakan ini tidak masuk ke pembuluh darah maupun peredaran darah. Botox bekerja dengan cara menghambat pelepasan asetilkolin di ujung saraf otot, sehingga otot menjadi lumpuh sementara dan kerutan di kulit menjadi hilang.
Hasil dari injeksi botox bersifat sementara dan berlangsung sekitar 4 hingga 6 bulan. Setelah itu, efek akan menghilang dan otot akan kembali bergerak normal. Oleh karena itu, tindakan perlu diulang secara berkala untuk mempertahankan hasil.
4. Keamanan Botox
Botox yang digunakan dalam dunia medis dan kosmetik adalah botox yang telah dimurnikan dan steril. Dalam dosis yang tepat, botox aman digunakan oleh dokter spesialis kulit yang terlatih. Efek samping yang mungkin timbul umumnya ringan dan bersifat sementara, seperti kemerahan atau bengkak di area suntikan.
Artikel ditulis oleh:
dr. Putu Riska Paramita, Sp.KK
Klinik Utama Surabaya Skin Centre
Jln. Prof. Dr. Moestopo No. 175 Surabaya
Telp: 031 – 599 9595 | 0822 6122 9595





