Apa Itu Vitiligo?
Vitiligo adalah gangguan pigmentasi kulit yang terjadi ketika melanosit — sel penghasil pigmen melanin — berhenti berfungsi atau mati. Akibatnya, muncul bercak-bercak putih dengan batas tegas di area kulit tertentu. Kondisi ini bisa muncul di bagian tubuh mana pun: wajah, tangan, kaki, bahkan area rambut dan selaput lendir.
Penyebab: Bukan Kutukan, Tapi Autoimun
Banyak yang tidak tahu, vitiligo termasuk dalam penyakit autoimun. Sistem kekebalan tubuh penderita secara keliru menyerang melanositnya sendiri. Faktor risiko meliputi riwayat keluarga (faktor genetik), penyakit autoimun lain seperti tiroiditis Hashimoto atau alopecia areata, serta stres oksidatif akibat paparan bahan kimia atau stres fisik.
Yang perlu digarisbawahi: vitiligo TIDAK menular. Tidak bisa menular melalui sentuhan, udara, atau cairan tubuh.
Mitos vs Fakta Seputar Vitiligo
Masih banyak mitos yang beredar di masyarakat tentang vitiligo. Berikut perbandingannya:
- Mitos: Vitiligo menular lewat sentuhan → Fakta: Tidak menular, hanya gangguan autoimun
- Mitos: Vitiligo bisa sembuh total dalam waktu singkat → Fakta: Bisa dirawat, tapi butuh penanganan berkelanjutan
- Mitos: Vitiligo hanya masalah kosmetik → Fakta: Bisa memengaruhi kualitas hidup, psikologis, dan kepercayaan diri
- Mitos: Penderita vitiligo tidak boleh terkena sinar matahari → Fakta: Boleh, tapi harus pakai pelindung karena kulit tanpa pigmen lebih rentan terbakar
Perawatan dan Penanganan
Meskipun belum ada obat yang benar-benar menyembuhkan vitiligo secara permanen, ada beberapa opsi terapi yang bisa membantu:
- Terapi topikal — krim kortikosteroid atau inhibitor kalsineurin
- Fototerapi (UVB narrowband) — stimulasi repigmentasi dengan sinar ultraviolet
- Terapi kombinasi — penggabungan metode topikal dan fototerapi
- Bedah transplantasi melanosit — untuk kasus stabil tertentu
- Kamuflase medis — tato medis atau kosmetik penutup
Yuk, Stop Stigma!
Langkah paling penting adalah edukasi. Semakin banyak orang paham bahwa vitiligo bukan kutukan dan bukan penyakit menular, semakin kecil stigma yang dirasakan penyandangnya. Bagi penyandang vitiligo, figur publik seperti model Winnie Harlow membuktikan bahwa vitiligo bukanlah kelemahan — melainkan ciri khas dan kekuatan.
Yang perlu kita lakukan sebagai masyarakat: belajar tentang vitiligo dari sumber terpercaya, tidak menghakimi atau mengucilkan, memberi dukungan bukan kasihan, dan berhenti menyebarkan mitos yang tidak berdasar.
Tonton Selengkapnya
Untuk pembahasan lebih mendalam, simak langsung penjelasan dari Prof. DR.dr.M.Y.Listiawan, SpDVEm Subsp O.B.K, FINSDV, FAADV bersama Nur Ika Anisa di program HEALTHY VIBES TribunJatim Network:
Sumber: Program HEALTHY VIBES — TribunJatim Network
Narasumber: Prof. DR.dr.M.Y.Listiawan, SpDVEm Subsp O.B.K, FINSDV, FAADV
Host: Nur Ika Anisa
Editor: Anugrah Fitra




