Sen – Jum : 09.00–20.00 WIB|Sab : 09.00–18.00 WIB
Jln. Prof. Dr. Moestopo No. 175 Surabaya
sbyskincentre@yahoo.co.id
(031) 599 9595

30
Mar

Metode Pengencangan Wajah Manakah Yang Sesuai Untukmu ?

Setiap manusia khususnya wanita pasti ingin selalu terlihat awet muda. Banyak cara dilakukan untuk mencapai hal tersebut, terutama dalam bidang kosmetik.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kosmetik juga turut berkembang pesat. Jika sebelumnya untuk memperbaiki kontur wajah yang menurun (facelift) akibat proses penuaan (skin aging) diperoleh dengan cara operasi, yang pada umumnya dilakukan dengan menyayat kulit, memotong kelebihan kulit yang menggelambir, dan menjahit sisanya di belakang telinga sehingga meninggalkan bekas luka (scar).

Saat ini teknologi facelift telah berkembang lebih ke arah non operatif (non surgical facelift ) yang menjadi pilihan yang lebih rasional bagi pasien yang menghendaki perbaikan proses penuaan kulit tanpa melibatkan pisau bedah. Hasil yang diperoleh sama baiknya dengan proses pembedahan tetapi tanpa meninggalkan bekas luka (scar), sehingga inilah yang disebut invisible facelift.

Sebelum kita membahas teknik invisible facelift ini ada baiknya dibahas sekilas tentang proses skin aging. Yakni proses penuaan terutama pada wajah merupakan proses yang komplek. Ada 4 dimensi yang terlibat yaitu: kulit, jaringan lemak bawah kulit ( adipose tissue), otot dan tulang. Perubahan yang akan tampak pada kulit antara lain:

  • Perubahan tekstur akibat berkurangnya serabut kolagen dan asam hyaluronat
  • Muncul garis, kerutan bahkan lipatan di permukaan kulit
  • Kulit menggelambir akibat berkurangnya volume kepadatan jaringan ikat
  • Perubahan pigmen pada kulit

Area wajah dibagi menjadi 3 bagian secara horizontal yaitu sepertiga atas, bagian tengan dan sepertiga bawah. Pada orang yang berusia muda proporsi antara ketiga bagian wajah ini masih sempurna. Sedangkan pada orang tua akan terjadi perubahan sebagai berikut:

  • Bagian sepertiga atas akan tempak lebih panjang dan dahi lebih lebar. Ini terjadi akibat
  • berkurangnya masa tulang kartilago dan jaringan lunak yang melorot ke bawah.
  • Bagian tengah wajah tampak lebih cekung
  • Bagian sepertiga bawah akan tampak lebih sempit karena tulang rahang atas danbawah menipis begitu juga kulit dan jaringan ikat di bawahnya. Dagu menjadi lebihtumpul dan wajah bagian bawah tampak melebar karena kulit yang melorot ke bawah.

Semakin bertambahnya usia jaringan lemak juga seakan berpindah posisi, berkurang kepadatannya. Lapisan lemak di bagian pipi akan makin turun dan berkurang kepadatannya sehingga kelopak bawah mata makin cekung dan lipatan garis senyum semakin terlihat.

Beberapa area di wajah akan terlihat semakin cekung, misalnya dahi, pelipis, sekitar lingkaran mata, sekitar lingkaran mulut, rahang bawah dan dagu. Sementara karena terjadi perubahan posisi jaringan lemak bawah kulit maka akan ada bagian yang tampak lebih tebal, misalnya lipatan garis senyum, pipi atas, dan kantung mata.

Kekuatan otot juga berubah sifat dengan bertambahnya usia. Ada yang semakin lemah kontraksinya, ada yang makin kuat. Otot yang melemah tampak pada area pipi sehingga pipi tampak cekung, sementara otot yang makin kuat kontraksinya tampak pada area leher, sekitar mata, diantara kedua alis. Sehingga pada area tersebut kerutan tampak lebih jelas.

Ketebalan dan kepadatan tulang juga berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Proses reabsorpsi tulang mengaikbatkan volume tulang berkurang sehingga pada area kelopak mata tampak lebih dalam dan cekung kemudian begitu juga dengan area wajah sepertiga bawah yaitu sekitar rahang bawah tampak lebih cekung.

Tidak semua orang dapat menerima perubahan – perubahan tersebut dan tetap ingin tampak awet muda. Inilah beberapa metode yang dapat dilakukan untuk menjaga agar kulit wajah tetap tampak halus dan kencang, dan yang paling penting tidak bersinggungan dengan pisau bedah (tanpa operasi).

  1. BOTOX

Injeksi Botox ditujukan untuk mengatasi kerutan pada wajah dengan menggunakan toxin (racun) dari bakteri botulinum yang mengalami proses kimiawi menjadi bahan yang digunakan untuk mengistirahatkan kerja otot yang berlebihan. Kerja otot yang berlebihan mengakibatkan munculnya kerutan, biasanya pada area dahi, sudut mata luar dan antara dua alis.

Cairan botox dapat disuntikkan pada area tersebut dengan tujuan untuk menghilangkan garis halus atau kerutan. Botox juga dapat dimanfaatkan untuk menaikkan posisi alis yang biasanya turun pada orang di atas 45 tahun, untuk mengoreksi rahang yang tampak besar dan untuk memperbaiki posisi bibir atas yang terlalu tinggi saat tersenyum hingga gusi terlihat ( gummy smile).

Botox disuntikkan pada titik-titik tertentu di area kerutan, sampai cairan masuk dalam otot. Efek botox mulai tampak 3 sampai 4 hari pasca injeksi dan efek maksimal akan tampak 1 minggu setelah injeksi. Efek Botox dapat bertahan kurang lebih selama 4-6 bulan dan dapat diulang kembali penyuntikannya.

  1. DERMAL FILLERS

Filler ditujukan untuk mengisi bagian-bagian wajah yang tampak cekung akibat proses penuaan atau untuk menambah elastisitas kulit. Filler terbuat dari bahan asam hyaluronat. Bahan ini sebetulnya secara alami terdapat dalam tubuh manusia namun seiring pertambahan usia jumlahnya semakin berkurang. Hal ini mengakibatkan kekenyalan kulit dan kepadatan struktur wajah berkurang.

Area yang umumnya dilakukan injeksi filler antara lain cekungan bawah pada kelopak mata, cekungan garis senyum, daerah pelipis, tulang pipi dan bibir. Efek injeksi Filler dapat bertahan sekitar 1-2 tahun.

  1. PLATELET RICH PLASMA (PRP)

Pengertian PRP adalah plasma darah yang telah diperkaya dengan trombosit. Yang memiliki kelebihan untuk merangsang penyembuhan cedera tulang dan jaringan lunak. Saat ini terapi PRP makin banyak diaplikasikan dalam dunia kecantikan. Plasma darah diambil dari darah pasien sendiri yang kemudian diproses sehingga diperoleh plasma yang kaya akan trombosit dan plasma inilah yang disuntikkan kembali ke kulit pasien.

Kandungan trombosit (bagian darah yang berperan dalam mekanisme pembekuan darah) dalam PRP bisa mencapai 5 – 10 kali lipat dari konsentrasi normal begitu juga dengan konsentrasi faktor pertumbuhannya (growth factor).

Proses terapi dengan PRP meliputi pengambilan darah pasien sebanyak 30 – 60 ml, lalu dimasukkan dalam tabung khusus dan alat sentrifuge yang akan memutar tabung berisi darah pasien dengan kecepatan khusus untuk memisahkan komponen yang ada di dalamnya. Hasil akhir akan diperoleh beberapa mili liter plasma darah yang kaya akan trombosit.

Plasma ini kemudian dimasukkan ke kulit dengan metode filler, dermaroller atau mesoterapi. Fungsi yang diharapkan adalah perangsangan terhadap pertumbuhan dan penebalan sel dan serabut kolagen, sehingga kulit yang lebih halus dan kencang akan diperoleh. Akhir-akhir ini PRP juga banyak digunakan untuk terapi kebotakan rambut.

  1. THREADLIFT

Metode ini lebih dikenal dengan nama tanam benang, digunakan untuk meregenerasi kolagen dan menaikkan kembali kontur wajah yang turun akibat proses penuaan. Salah satu jenis threadlift yang banyak digunakan dan dengan hasil treatment yang baik adalah Silhouette Soft.

Dengan terjadinya regenerasi kolagen diharapkan dapat terjadi pengembalian volume wajah dan berkurangnya kerutan sehingga hasil akhir yang dicapai adalah penampakan kulit yang lebih muda. Proses threadlift ini berlangsung sekitar 30 menit dan dapat bertahan sekitar 2 – 3 tahun. Threadlift terdiri dari bagian benang yang transparan dan dapat diserap oleh tubuh yang dibuat dari bahan Poly Lactic Acid dan bagian Cone disertai dengan jarum.

Jarum dimasukkan kebawah kulit yang sebelumnya telah dioles atau disuntikan bahan anastesi lokal kemudian saat jarum ditarik, benang dan cone yang terkait dengan jarum juga ikut masuk ke bawah kulit sehingga menarik struktur kulit yang berkerut atau menggelambir dan di posisikan pada lokasi tertentu sehingga kulit akan tampak kencang. Jarum tadi akan dikeluarkan dari bawah kulit, dan sisa benang akan dipotong.

Pasca tindakan ini pasien mungkin akan mengalami lebam dan bengkak ringan dalam beberapa hari dan kulit yang ditarik akan terasa ketat. Setelah 2 – 3 minggu akan tampak hasil terapi, dimana kulit akan terlihat kencang dan lebih berdimensi. Prosedur ini aman dilakukan dan dapat mengatasi masalah penurunan kontur wajah daerah rahang bawah, pipi, dan tulang pipi, alis, dan leher.

  1. Skin Lifting with HIFU

High Intensity Focused Ultrasound (HIFU) adalah alat berbasis ultrasound yang dimanfaatkan untuk meningkatkan kekenyalan kulit dan mengencangkan kulit terutama area sekitar mata, dagu, leher, perut tanpa operasi. Alat ini bekerja dengan menghasilkan panas lewat gelombang ultrasound, yang dapat merangsang pembentukan kolagen.

Area yang akan dilakukan tindakan akan dipeta terlebih dahulu, lalu tindakan mulai dilakukan dengan meletakkan probe alat di perlukaan kulit. Sebagai langkah awal, treatment ini dilakukan selama 30-90 menit, sebanyak 3x setiap bulannya.

Untuk proses pembentukan kolagen yang sempurna akan tampak 2-3 bulan pasca tindakan dan dapat bertahan 1-3 tahun. HIFU banyak dipilih oleh pasien sebagai pengganti jarum dan benang threadlift yang sebagian besar pasien masih takut melakukan tanam benang ini.

Treatment HIFU memang tetap menimbulkan sensasi seperti disterum tetapi masih sangat tolerable. HIFU memiliki 3 kepala (probe) yaitu ukuran 1,5 mm, 3 mm dan 4,5 mm. Semakin besar ukuran maka gelombang ultrsasound akan dapat mencapai lapisan kulit lebih dalam. Dalam satu sesi treatment ketiga ukuran probe ini dapat digunakan agar tiap kedalaman kulit dapat diterapi secara merata.

Konsultasikan keluhan Anda untuk mendapatkan penanganan yang tepat di Klinik Surabaya Skin Centre, untuk informasi selengkapnya :

Jl Mayjend Prof. dr. Moestopo 175 (Darmahusada) Surabaya,
Telp. (031) 599-9595, 599-9840
WA. 0822 4777 9595 atau klik di sini.