Sen – Jum : 09.00–20.00 WIB|Sab : 09.00–18.00 WIB
Jln. Prof. Dr. Moestopo No. 175 Surabaya
sbyskincentre@yahoo.co.id
(031) 599 9595

25
Mar

Waspada Ruam Popok Pada Bayi Dan Begini Cara Menanganinya

Dalam kehidupan sehari-hari, tak jarang para orang tua dari bayi atau anak-anak yang masih menggunakan popok, menghadapi masalah ruam popok (diaper rash). Hal ini, bisa membuat bayi atau anak menjadi rewel, mengalami gangguan tidur, dan pada akhirnya menjadikan orang tua kebingungan. Untuk itu, sebaiknya para orang tua mengetahui tentang berbagai aspek terkait ruam popok.

Apa itu ruam popok?

Ruam popok adalah kondisi kelainan pada kulit yang sering ditemukan, ditandai oleh munculnya keradangan akut pada area tertutup popok seorang bayi atau anak. Terdapat tiga tipe ruam popok yang umum ditemui, yaitu Dermatitis akibat gesekan, Dermatitis Kontak Iritan dan Kandidiasis popok. Ruam popok umumnya disebabkan oleh adanya bahan iritan pada kulit, seperti air kencing, feses, enzimdarifeses, bahan popok, bahan pembersih juga akibat gesekan oleh popok

Bagaimana gejalanya?

Dermatitis akibat gesekan oleh popok timbul pada area yang paling sering tergesek, termasuk paha bagian dalam, pantat, perut serta permukaan genitalia ( alatkelamin), berupa kemerahan. Dermatitis Kontak Iritan biasanya terjadi pada bokong, tepi anus, area pubis, hingga perut bagian bawah juga paha atas.

Pada kasus ringan, tampak kemerahan terlokalisir dengan sisik ringan. Jika lebih parah, bisa disertai adanya bintil-bintil kecil dan pada kasus yang berat, tampak bintil-bintil kecil, bintil bernanah, bahkan luka-luka.

Dermatitis popok yang disertai jamur, ditandai ruam merah dengan tepi meninggi juga didapatkan bitnik-bintik kecil pada tepi luarnya ( lesisatelit) yang sering kali meluas hingga lipatan kulit. Kadang kala daerah tersebut tampak membasah.

Pencegahan dan Penanganan

Tujuan dari penanganan adalah mengurangi keradangan, memperbaiki kondisi kulit, dan mencegah kekambuhan dengan pendekatan “ABCDE”

  1. “A” (Air) atau udara

Cara yang paling mudah, aman, efektif untuk mengurangi gesekan serta pengaruh bahan iritan adalah dengan melepas popok, membiarkan area popok terpapar udara selama mungkin.

  1. “B” (Barrier) atau penghalang

Barrier cream telah direkomendasikan sebagai bahan pelindung untuk mencegah ruam popok dan menghalangi kerusakan lebih lanjut bila ruam telah terjadi. Kebanyakan sediaan mengandung zinc oxide dan petrolatum yang berperan sebagai lapisan lemak pelindung guna mencegah paparan bahan iritan seperti air kencing , feses, sekaligus member kesempatan untuk penyembuhan kulit di bawahnya. Krim ini harus dioleskan secara tebal di bagian kulit yang rentan terpapar bahan iritan dan tidak boleh dihapus semuanya, setiap kali penggantian popok.

  1. “C” (Cleansing) atau pembersihan

Membersihkan area popok memakai tissue basah (diaper wipes), sama efektifnya dengan penggunaan kapas atau kain pembersih wash-cloth) serta air, tanpa menimbulkan efek yang tak diinginkan, namun tetap harus waspada, karena beberapa tissue basah (diaper wipes) mengandung parfum, alcohol dan bahan tertentu yang dapat menyebabkan iritasi atau alergi.

  1. “D” (Diapering) atau pemakaian popok

Kemajuan dibidang teknologi serta desain yang makin canggih, sangat mempengaruhi kemampuan penyerapan popok, sehingga dapat mempertahankan suasana kering di area popok. Akhir – akhir ini telah dikembangkan popok sekali pakai (disposable diaper) yang bertujuan membatasi kontak dengan bahan iritan, mencegah hidrasi berlebihan, mempertahankan kadar ph serta mencegah kerusakan sawar kulit.

Terlepas dari hal di atas, tetap direkomendasikan untuk mengganti popok sesering mungkin, guna mengurangi waktu paparan dengan kelembaban dan bahan iritan, termasuk enzim dari feses. Disarankan untuk mengganti popok tiap 1 hingga 3 jam pada siang hari atau sesegera mungkin saat popok basah, dan pada malam hari, minimal 1 kali. Bahkan lebih sering, pada bayi yang baru lahir.

  1. “E” (Education) atau edukasi

Orang tua atau pengasuh harus memperoleh Pendidikan tentang perawatan kulit secara praktis dan higienis, khususnya di area popok . Sebelum dan sesudah mengganti popok, orang tua atau pengasuh harus mencuci tangan. Begitu basah, popok harus segera diganti Bersih kan kulit dengan air hangat dan kain lembut atau tissue basah yang aman. Usap area kelamin dari arah depan kebelakang. Keringkan kulit atau biarkan terpapar udara selama mungkin.

Pada kasus yang parah atau tidak membaik dengan perawatan yang disarankan, bayi atau anak harus dibawa kedokter. Bila diperlukan, dokter akan memberikan obat-obat tertentu seperti anti bakteri, anti jamur, kortikosteroid krim sesuai indikasi.

Konsultasikan keluhan Anda untuk mendapatkan penanganan yang tepat di Klinik Surabaya Skin Centre, untuk informasi selengkapnya :

Jl Mayjend Prof. dr. Moestopo 175 (Darmahusada) Surabaya,
Telp. (031) 599-9595, 599-9840
WA. 0822 4777 9595 atau klik di sini.