Sen – Jum : 09.00–20.00 WIB|Sab : 09.00–18.00 WIB
Jln. Prof. Dr. Moestopo No. 175 Surabaya
sbyskincentre@yahoo.co.id
(031) 599 9595

13
Mar

Waspadai Zat Ini Ketika Membeli Kosmetik Agar Tubuhmu Tak Rusak

Seringkali kita membaca dan mendengar bahwa Badan Pengawasan Obat dan
Makanan (BPOM) di Indonesia, telah melakukan penangkapan terkait peredaran
kosmetik ilegal, baik penjualan secara langsung maupun yang dijual lewat online.

Dalam rangka edukasi dan membatasi ruang gerak kosmetik ilegal, BPOM juga rutin
menyebarkan informasi tentang merek dan jenis kosmetik legal dan ilegal. Bisnis
kosmetik memang sangat menggiurkan, dapat meraup keuntungan milyaran rupiah
karena kosmetik telah menjadi kebutuhan penting dalam kehidupan kita tiap hari.

Sebetulnya usaha BPOM dalam rangka menekan peredaran kosmetik ilegal sudah cukup
banyak, tetapi tindakan akan lebih optimal apabila konsumen secara langsung sebagai
pemakai, lebih waspada dan bertanggung jawab terhadap pilihan kosmetik yang dipakai,
dan memutuskan untuk tidak memakai kosmetik ilegal tersebut.

Pada beberapa berita kita kenal istilah kosmetik ilegal dan kosmetik palsu.
Kosmetik ilegal adalah kosmetik yang belum diuji oleh BPOM, sehingga tidak diketahui
keamanan kandungan bahan kosmetik. Kosmetik palsu adalah kosmetik yang dibuat
tidak mengikuti standar yang telah ditetapkan oleh BPOM yaitu cara pembuatan
kosmetik yang baik (CPKB).

Menurut BPOM ada beberapa zat yang tidak boleh dipakai dalam kosmetik
karena zat-zat tersebut berbahaya untuk kesehatan dan sebagian hanya dapat digunakan
di bawah pengawasan dokter yang kompeten dan didapatkan melalui peresepan dokter.

Mercury

Nama lainnya adalah air raksa, mercuric, mercurio, calomel, Hg klorida, mercurous,
merkuri amoniasi, klorida amida dari merkuri, cinnabaris hydrargyri, oxydum rubrum
(merkuri oksida) dan merkuri iodide. Merkuri adalah logam berat berbahaya dan dapat
meresap ke aliran darah melalui kulit. Merkuri dalam jumlah sekecil apapun tidak boleh
ada dalam kosmetik karena pemakaian merkuri dalam jangka lama dapat menimbulkan
iritasi kulit, mual,muntah, diare, kerusakan saraf dan ginjal. Merkuri sering dipakai
sebagai pemutih oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Timbal

Di Indonesia, menurut BPOM jumlah timbal yang diperbolehkan kurang dari 20 ppm dan
timbal sering didapat dalam lipstick, eyeshadow, eyeliner, body lotion dan sampo. Secara
alami timbal adalah unsur logam yang terdapat dalam kerak bumi, dan didapatkan dalam
batere, pipa dan lain sebagainya. Timbal dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti
gangguan sistem saraf pusat, ginjal, kardiovaskular, persendian dan otot. Pada wanita
hamil dapat menyebabkan keguguran.

Hidrokuinon

Hidrokuinon mempunyai kemampuan sebagai lightening agent, sehingga dipakai sebagai
krim pemutih. Efek samping yang dapat terjadi adalah kulit kemerahan, iritasi atau alergi,
fotosensitivitas, dan pada pemakaian jangka lama menimbulkan kehitaman pada kulit yang disebut okronosis. Oleh karena efek sampingnya banyak, pemakaian hidrokuinon di
Indonesia dilarang dalam kosmetik, dan pada kasus-kasus hiperpigmentasi, hanya
diberikan melalui peresepan dan dalam pengawasan dokter yang kompeten.

Asam retinoat

Asam retinoat, tretinoin, adapalen adalah turunan vitamin A yang dikenal sebagai
pengobatan jerawat, pencerah kulit dan kerap didapatkan dalam krim anti aging. Efek
yang sering terjadi pada pemakaian asam retinoat adalah kulit kering, bersisik, kadang
gatal, kemerahan dan disertai rasa terbakar. Kulit juga menjadi sensitif terhadap paparan
sinar matahari.

Resorsinol

Tergolong dalam obat keras sehingga dilarang penggunaanya dalam kosmetik. Resorsinol
hanya diperbolehkan sebagai pengoksidasi warna pada pewarna rambut, sampo dan
lotion untuk rambut. Penggunaan dosis tinggi akan menyebabkan iritasi kulit, sakit
kepala mual dan muntah.

Selain bahan-bahan di atas, kalian juga perlu mewaspadai pewangi, pengawet, dan
pewarna yang dilarang penggunaannya dalam kosmetik seperti warna merah K3 dan
rhodamin.

Pertanyaan penting adalah dapatkah zat-zat berbahaya tersebut dideteksi oleh
masyarakat awam dengan mudah?

Misalnya saja dengan cara-cara yang diunggah di youtube atau internet. Di internet atau youtube dikatakan bila perhiasan yang digosokkan krim ternyata berubah warna, dianggap dalam krim tersebut mengandung zat berbahaya, atau mengoleskan krim di atas kertas lalu diseterika, bila kertas berubah warna coklat dikatakan patut curiga ada kandungan zat berbahaya.

Jawabannya adalah cara-cara di atas tidak benar untuk dapat mengetahui zat berbahaya dalam krim, karena kandungan dalam kosmetik hanya dapat diketahui dengan pemeriksaan laboratorium khusus, misalnya hidrokuinon dalam kosmetik diindentifikaai dengan pemeriksaan kromatografi.

Saat ini masyarakat dapat mengetahui legalitas kosmetik yang akan dibeli dengan
cara cek KLIK, yaitu cek Kemasan, cek Label, cek Izin edar dan tanggal Kadaluwarsa.
Aplikasinya pun dapat diunggah dari play store atau mengecek izin edarnya melalui
website BPOM. Sehingga konsumen dengan mudah bisa mengetahui legalitas dari
kosmetik yang akan dibeli.

Kosmetik mahal tidak otomatis menjadi pilihan terbaik, tetapi kosmetik yang sudah jelas palsu, tidak punya izin edar, walaupun murah, lebih baik tidak dibeli apalagi dipakai. Kita sebagai konsumen dapat menjadi pemutus rantai maraknya kosmetik palsu yang membanjiri Indonesia. Sekian, semoga bermanfaat. (red)

Untuk informasi selengkapnya, kalian bisa menghubungi :

Surabaya Skin Centre
Jln. Prof. dr. Moestopo No. 175 Surabaya
Tlp. 031 – 599 9595
Hp. 0812 2104 1982 atau klik di sini