Sen – Jum : 09.00–20.00 WIB|Sab : 09.00–18.00 WIB
Jln. Prof. Dr. Moestopo No. 175 Surabaya
sbyskincentre@yahoo.co.id
(031) 599 9595

17
Jul

Solutions for Foot Skin Problems

Kulit kaki seringkali terlupakan untuk dirawat karena letaknya yang tersembunyi. Sehingga seringkali timbul masalah pada kulit kaki, seperti kulit kaki kering, kaki yang bau ataupun kapalan.

Kulit kaki Kering dan Pecah-pecah

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkankaki kering dan pecah-pecah , diantaranya faktor usia dimana mengalami penurunan kualitas kulit, termasuk kaki, sehingga rentan mengalami berbagai permasalahan. Selain itu perubahan cuaca yang drastis, pemakaian sabun/deterjen atau pun alas kaki yang tidak tepat juga dapat memicu timbulnya kulit kaki kering dan pecah-pecah.

Untuk mengatasinya, diperlukan perawatan kaki, agar kulit telapak kaki tetap lembab dan sehat. Berikut ini adalah beberapa tips, yaitu untuk mencegah dan mengatasi telapak kaki kering dan pecah-pecah.

Pencegahan kulit kaki kering dapat dilakukan dengan menggunakan alas kaki di tempat yang lembap atau saat berjalan di lantai. Gunakan sepatu kulit lembut atau berbahan kain yang memungkinkan kaki tetap dapat “bernapas”. Sebaiknya menggunakan sepatu secara bergantian, dan lepaslah sepatu sesekali sehingga terjadi pertukaran udara.

Sedangkan untuk perawatan kaki  kering dan pecah-pecah:

  • Mula-mula, cucilah kaki, kemudian keringkan dengan handuk hingga kering dan bersih.

  • Untuk  perawatan rutin,  rendam kaki dalam air hangat yang telah ditambahkan beberapa tetes desinfektan. Gosoklah jari-jari kaki dengan sikat lembut. Pada bagian kulit kaki yang kering, gosoklah menggunakan pumice stone (batu apung) atau alat penghalus telapak kaki, yang sebaiknya dilakukan 2 minggu sekali. Sedangkan untuk kulit kaki yang pecah-pecah hindari menggosoknyam karena akan memperparah kondisinya.

  • Setiap malam seusai membersihkan kaki, oleskan pelembab khusus kaki yang mengandung vitamin E, shea butter, lidah buaya dan zat lainnya yang dapat mengatasi kaki kering.Karena malam hari merupakan waktu yang tepat, karena saat itulah kulit memperbaiki dan membangun sel-sel kulit yang telah rusak. Pijatlah kaki setelah mengoleskan pelembab kaki agar peredaran darahnya lancar. Peredaran darah yang lancar berarti menjamin kaki mendapat kecukupan nutrisi.

Kaki Bau

Walaupun terletak dibawah dan sering terlupakan, kaki bau sangat menganggu kepercayaan diri seseorang. Salah satu penyebabnya adalah infeksi jamur , yang dapat terjadi karena pemakaian sepatu yang lama, yang menyebabkan suasana lembab, dan hangat yang merangsang pertumbuhan jamur. Selain kelembaban yang timbul karena pemakaian sepatu yang lama, infeksi jamur pada kaki juga dapat dipicu oleh kelembaban saat berjalan di kolam renang, ataupun kamar mandi.

Gejala infeksi jamur pada kaki dapat berupa kulit kering, pecah-pecah, gatal atau nyeri , timbul bau yang tidak sedap disertai tanda-tanda radang (berupa kemerahan ) hingga timbulnya bula. Infeksi jamur pada kaki dapat menyebar ke ibu jari kaki hingga telapak kaki.

Infeksi jamur pada kaki ini dapat dicegah dengan penggunaan alas kaki saat berada di tempat yang lembab, mengurangi keringat dengan penggunaan bedak tabur, menggunakan sepatu yang ringan dan memiliki sirkulasi udara yang baik, serta menjaga kulit kaki tetap kering, mengganti kaos kaki secara rutin setiap hari, dan menggunakan sepatu secara bergantian.

Selain disebabkan oleh infeksi jamur, kaki yang bau dapat juga disebabkan oleh adanya keringat yang berlebihan (hiperhidrosis ), yang biasanya menyerang pria.

Kapalan (callus)

Kapalan atau callus merupakan penebalan kulit yang dapat terjadi pada telapak kaki pada daerah penekanan seperti di daerah bawah ibu jari ataupun pada tumit. Kapalan dapat timbul karena gerakan secara mekanik atau gaya gesek pada kulit yang berlebihan dan terjadi dalam jangka waktu yang lama, sehingga akan menimbulkan penebalan dari lapisan kulit terluar (stratum corneum). Hal ini biasanya diakibatkan oleh alas kaki yang menekan tulang yang menonjol pada kaki (biasanya pada daerah tumpuan tubuh, seperti tumit, ataupun telapak kaki dibawah ibu jari kaki), sehingga terjadi penebalan berupa callus.

Apabila kapalan ini dibiarkan dan tidak diterapi, akan dapat menekan saraf sehingga dapat menimbulkan gejala nyeri seperti ditusuk maupun cekot-cekot, terutama saat berjalan; bahkan sampai penebalan ini bias juga merobek pembuluh darah kecil dibawah kulit dan menyebabkan perdarahan dan juga luka.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengatasi callus adalah penurunan berat badan, penggunaan sepatu yang pas dan nyaman serta menghindari bahan sepatu yang keras atau terlalu sempit. Dapat juga ditambahkan padding atau kaos kaki tebal dapat membantu mengatasinya. Perawatan kulit kapalan dapat dilakukan dengan penggunaan krim yang mengandung keratolitik pada area yang mengalami penebalan, tetapi harus hati-hati agar tidak terjadi iritasi.